Sisa Peradaban Kuno desa Manjung Ngawen Klaten.
Uri uri budaya dan leluhur
Sekedar catatan sejarah.
🙏Maaf sebelumnya buat semua pembaca.
Bukan maksud saya untuk menyimpulkan
Namun saya hanya sekedar menulis saja.
Manjung kecamatan ngawen kabupaten klaten sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra penghasil mie soun.
Hampir 25 persen dari jumlah penduduknya mengandalkan hidup dari mie yg berbahan baku dari tepung aren dan sagu ini.
Seiring dengan perkembangan jaman kini desa Manjung telah menjadi salah satu sentra industri soun yg ada di klaten.
Tapi maaf kali ini saya bukan mau membahas tentang sejarah mie soun.
Tapi mau sedikit sharing saja !!!
Postingan ini saya buat untuk mengungkapkan pernyataan dan sekaligus mengutamakan pertanyaan juga.....
Ini bukan sekedar dongeng pengantar tidur, karena bukti sejarah ada.
Setiap desa pasti memiliki sejarahnya masing-masing, demikian pula dengan Desa Manjung ini
Sejarah asal muasal desa seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dan disampaikan dari mulut ke mulut
Sehingga sulit dibuktikan kebenarannya.
Masih di sekitaran Manjung.
Jika kita bertanya siapa pertama pendiri desa Manjung...
Siapa yg membangun...
Bagaimana dulunya sejarah desa Manjung...
Mungkin tidak akan mendapati jawaban.
Kecuali dengan adanya prasasti.
Seperti hal nya di desa Ngupit yg tlh di temukan batu prasastinya.
Siapa yg menyangka bahwa Upit adalah sebuah desa yg paling tertua di indonesia.
😌Sudahlah kita kembali ke Manjung lgi saja...
Di dusun Ngaglik desa Manjung sebenarnya ada satu titik napak tilas sebelum Majapahit dan Singosari berdiri.
Sebagai warga Manjung saya yakin mungkin banyak yg tidak mengetahui tentang keberadaan napak tilas Manjung ini.
Sepenggal kisah napak tilas yg melongok ribuan tahun ini berlokasi di dusun Ngaglik desa Manjung, di tengah² kawasan industri pabrik mie soun penduduk Manjung
Lebih simpelnya berada di lahan kebun/rumah bekas milik pak Sri atau di belakang rumah mbah Harjo Sarnyoto warga Ngaglik Manjung Ngawen Klaten.
Napak tilas yg kini masih tersisa berupa komponen Situs Candi
antara lain Dorpel, Batu Takik, Yoni dan sebuah Arca Nandi
( lembu andini tanpa kepala )
Kepala arca memang sdh tdk ada, kemungkinan dlu di curi pada masa pemerintahan belanda.
Seluruh benda² tersebut berbahan dari batu andesit
Komponen demikian serta dengan adanya keberadaan yoni sdh jls dahulu adalah tempat suci dan biasanya digunakan untuk sembahyang ke-peribadatan umat Hindu.
Menurut cerita masyarakat secara turun temurun konon di bawah batu candi menyimpan banyak harta karun.
Lantaran Mbah Kariyo dan Mbah Dalimo
*ke 2 nya sdh almarhum* kedua warga Ngaglik tersebut dahulu pernah menemukan *Golek Kencono Berlapis Emas* saat menggali tanah di dekat situs candi.
Banyak pertanyaan yg masih menghantui tentang sejarah petilasan itu, dan yg tersisa disini hanyalah batu batu andesit yg sudah tidak lengkap & mungkin banyak yg sudah terkubur.
Tak banyak orang yg paham terkait sejarah batu batu tersebut, termasuk pemilik kebun sendiri.
Hal itu karena kurangnya informasi dari nenek moyang tentang sejarah situs batu itu.. Pengetahuan mereka hanyalah sebatas,
batu itu dulu tinggalan leluhur di era zaman Kerajaan Medang / Mataram Kuno.
Dan bukan tidak mungkin, bisa jdi tempat ini dulunya adalah cikal bakal Desa Manjung.
Entah sudah berapa usianya.
🤔Ratusan tahun? Mungkin ribuan tahun...
Mereka lah saksi bisu berubahnya sebuah peradaban.
Orok yang pertama kali bertamu, lalu menjadi dewasa, renta, dan berakhir sirna.
Dari generasi ke generasi.
Pohon-pohon yang hidup bersama peradaban Desa Manjung.
Tentang susunan batu yang membentuk petak-petak persegi, mungkin mereka yang lebih fasih untuk bercerita,,
(bukan saya hlo yaa...😌)
Tentang apa yang pernah berdiri di tempat ini,, Tentang apa yang pernah terjadi di tempat ini,, Kemarin dan bertahun-tahun lampau.
Entah hingga kapan mereka akan ada di sini.
Usia akan senantiasa fana..,
Semoga hanya alam yang bertanggung jawab dan berkuasa untuk menghapusnya..,
Bukan tangan-tangan serakah manusia..,
Jika ada salah dalam penyampaian saya,, mohon koreksi...dan mohon di maafkan. #🙏
Dari sejarah kita ada,,
Dengan sejarah kita ada cerita,,
Ajarkan ke sesama kalian cara mencintai negeri ini
Selalu berbuat baiklah pada sesamamu dan segenap alam dengan batas mampu.
SALAM BUDAYA.




















